Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku
[Adz-Dzaariyat (51) ayat: 56]
Mulailah dengan kesadaran bahwa kehadiran Anda di kehidupan ini PASTI untuk sesuatu yang penting.
[Mario Teguh]

Pemimpin Negara yang Telat Gaul

Pemimpin negara yang rakyatnya sering cetak "trending topic" (akhirnya) punya akun twitter. "Artis-artis twitter" Indonesia harus menepi dulu, Pak @SBYudhoyono mau lewat. (ilustrasi: merdeka.com)

"Shortcut" Pemenuhan Keinginan

Masih saja ada orang yang ingin penuhi hasrat keinginan duniawi melalui cara instan lewat praktik perdukunan berbalut guru spiritual di negeri yang gila hi-tech/gadget seperti ini. (foto: Shutterstock)

Perhatian di Tiap Malam Jelang Akhir Pekan

Telah menjadi pusat perhatian pemirsa di tiap Jumat malam. X Factor Indonesia mencetak ulang konstruksi idola melalui ajang yang katanya bukan hanya "singing competition". (foto: dusunblog.com)

Kenapa Perlu Giat 'Bikin' Film?

Janganlah dahulu menanyakan "Bagaimana", tanpa terjawab sebelumnya, "Mengapa" atau "Kenapa perlu/harus". Lalu "What for?" "Emang dengan banyak orang bikin film, so what?". (ilustrasi: net)

Cari yang Cocok, Jangan Cuma Cuco'

Tidak mutlak nyatanya jika pria itu menyukai wanita dengan tubuh yang aduhai dan wajah yang cantik jelita. Ada hal lain pada diri wanita yang membuat pria tertarik. (foto: Reuters)

Selasa, 15 Desember 2009

Sebuah Akhir yang Membuat Tak Berakhir: Apresiasi Video "The Last Lecture" (Randy Pausch)

“Tembok penghalang berdiri disini karena suatu alasan, bukan untuk menghalangi kita. Tembok ini ada untuk memberikan kita kesempatan untuk menunjukkan sekuat apa kita menginginkan sesuatu.” –Randy Pausch –


Apa yang menjadi penghalang Saya, Anda, atau Kita untuk mewujudkan cita-cita selama ini? Bila hal itu ditanyakan, dapat dipastikan kita akan mencari-cari jawaban. Tentu alasan dapat dicari yang kesemuanya itu mungkin hanya akan menjadi sebuah pembenaran akan tidak terwujudnya cita-cita kita. Setidaknya hal tersebut muncul di dalam benak saya saat menyaksikan penayangan video The Last Lecture di kelas. Disadari kemudian yang terjadi selama ini, saat cita-cita (apapun) itu menyeruak sering kali langkah terasa tertahan, seakan ada tembok besar yang menghalangi. Halangan itu dapat berasal baik dari dalam diri maupun dari luar diri. Saat dihadapkan dengan halangan tersebut, terhentilah langkah dalam menggapai cita-cita yang ada. Dalam video tersebut, diingatkanlah bahwa tembok penghalang tersebut sudah semestinya kita hancurkan.

Menarik untuk diketahui,
ternyata orang yang berbicara dalam video itu menyatakan bahwa dirinya telah divonis tak memiliki umur panjang lagi karena kanker. Namun, tak nampak sedikitpun dari dirinya yang menunjukkan tanda-tanda keputusharapannya. Malah sempat saya menduga dengan terbatasnya pengetahuan saya tentang dirinya, ia itu hanya bergurau soal waktu hidupnya yang sudah tidak lama lagi itu.
Orang yang saya bicarakan adalah Randy Pausch, seorang prosesor dalam bidang ilmu komputer di Carnegie Mellon University, Pennsylvania, Amerika Serikat yang terkenal karena kuliah terakhir yang ia berikan di kampus tersebut. Nyatanya dugaan saya salah. Setelah saya coba googling di internet, saya baru ngeuh. Randy Pausch ini meninggal dunia karena penyakit kanker pankreas yang dideritanya. Bahkan pada Agustus dua tahun sebelumnya, ia sempat divonis oleh dokternya bahwa dia hanya bisa tetap sehat sekitar tiga atau enam bulan ke depan. Keberanian yang ditunjukan oleh Randy Pausch dalam menghadapi takdirnya itulah yang membuat ia terkenal dan dikenang hingga saat ini, dan "The Last Lecture"-nya itu telah berhasil menginspirasi banyak orang termasuk saya.

Apa kita perlu tahu kapan kita mati terlebih dahulu untuk bisa mendobrak penghalang dalam meraih cita-cita kita?

Ia mengisahkan perjalanan hidupnya dari kecil beserta cita-cita masa kecilnya. Kuliah yang ia bawakan itu memang berjudul "Really Achieving Your Childhood Dreams". Ia menceritakan bagaimana impian masa kanak-kanaknya secara terperinci yang baginya mungkin pada saat itu dan saya sebagai yang menonton, impian atau cita-cita itu sangat tidak rasional. Namun, ia menceritakan bagaimana semua cita-citanya itu menemukan jalannya karena ia mendobrak yang menjadi halangan. Tidak secara mutlak persis yang dicita-citakan saat anak-anak memang, tapi cita-citanya tersebut dapat terwujud dengan bentuk yang “lebih sempurna” bagi dirinya saat dewasa. Sebagai contoh, ia pada masa anak-anak itu bercita-cita menjadi Kapten Klirk, seorang tokoh fiktif di film Star Trek. Yang terwujud adalah ia malah bertemu dengan pemeran tokoh tersebut dan mendapatkan banyak pelajaran dari aktor tersebut dan malah ia pun bersahabat dengannya. Contoh lain adalah pada masa anak-anak itu ia berpikir ingin hidup di ruang hampa udara. Entah apa yang ada di dalam benak Randy kecil tersebut. Nyatanya ia dapat mewujudkan cita-citanya tersebut. Ia menjadi yang terpilih untuk merasakan ruang hampa udara yang diciptakan NASA. Dan masih banyak cita-cita lainnya yang semuanya itu ia anggap dapat terwujud dan tak ada keraguan tentangnya. Ia berhasil mendobrak dinding-dinding penghalang yang menghalangi langkahnya untuk meraih cita-citanya.

Perasaan bahwa cita-cita seperti apapun akan sulit atau mustahil terwujud karena terlalu tinggi atau mungkin irrasional adalah sebuah tembok pertama yang muncul dari dalam diri yang harus dihancurkan. Namun tetap, seirrasional apapun cita-cita kita, upaya yang dilakukan dalam rangka mewujudkan cita-cita tersebut haruslah tetap rasional. Setidaknya pelajaran itulah yang didapatkan dari video berdurasi sekitar 75 menit itu.

Saya menemukan kenyataan lain dan pelajaran dari seorang Randy Pausch. Pada 15 Agustus 2007, Profesor Randy Pausch ditemani Jai pergi ke Houston untuk melihat hasil CT scan terakhir. Saat itu, dirinya harus menerima kenyataan pahit bahwa berbagai pengobatan yang dilakukan tak mampu menjinakkan kanker pankreas dalam tubuhnya. Dokter mengatakan bahwa 10 tumor di levernya membuat hidup sang profesor hanya tersisa tiga hingga enam bulan lagi.

Dilihat secara fisik, Randy tampak baik-baik saja. Bahkan saat mengisi seri kuliah terakhir di Carnegie Mellon University (CMU) tersebut, Randy melakukan push up bahkan push up dengan satu tangan. Randy tentu saja tak ingin menerima penyakit mematikan tersebut, tetapi iia sadar bahwa dirinya tak kuasa untuk mengubahnya. “Kita tidak bisa mengubah kartu-kartu yang dibagikan kepada kita, kecuali bagaimana cara kita memainkan,” ucap Randy. Randy tak ingin terpuruk karena takdir. Ia tetap tegar dan tak patah semangat dalam menjalani sisa hidupnya. Buku “The Last Lecture” dikembangkan dari kuliah terakhir yang diberikan oleh Randy Pausch pada 18 September 2007 di CMU, Pittsburgh, Pennsylvania.

Jeffrey Zaslow, seorang kolumnis bagi Wall Street Journal, membantu Randy untuk menuangkan kisah hidupnya dalam kumpulan kisah tertulis yang terbagi dalam enam bab. Ide membuat buku “The Last Lecture” ini muncul ketika Zaslow ikut menyaksikan kuliah terakhir yang menyentuh audience termasuk dirinya. Setiap pagi, Randy bersepeda sambil menelepon Jeffrey Zaslow untuk berbagi cerita yang hendak diwariskannya melaui headset ponselnya.

Randy benar-benar lebih banyak berbagi kiat-kiat mengenai bagaimana ia benar-benar mewujudkan impian- impiannya semasa kecil. Impian Randy yang lain mulai usia delapan tahun itu antara lain : bermain di liga sepak bola nasional, menulis artikel tentang ensiklopedi buku dunia, dan menjadi perekayasa di Walt Disney. Impiannya bermain di National Football League tak bisa terwujud, namun Randy tak pernah berhenti bermain sepak bola sebagai hobinya. Bahkan dokter Mehmet Oz sering diajaknya bermain saat berkunjung ke rumah Randy.

Selain dapat mewujudkan impiannya sendiri, Randy juga membantu mewujudkan impian orang lain, salah satunya adalah Tommy. Tommy adalah mahasiswanya ketika masih mengajar di University of Virginia. Tommy ingin ikut mengerjakan film Stars Wars berikutnya. Itu adalah impian Tommy saat berumur enam tahun dan saat itu dipercaya bahwa Stars Wars tidak akan dibuat sekuelnya. Tommy banyak belajar tentang pemrograman realitas maya pada Randy dan selalu ingat akan kata-kata yang pernah Randy ucapkan padanya. Hinnga akhirnya pada kenyataannya, Tommy menjadi Direktur Teknis Utama dalam Stars Wars Episode II : Attack of the Clones.

Randy juga bercerita tentang ayah dan ibunya yang banyak memberikan pelajaran-pelajaran positif dalam hidupnya serta mendukungnya mewujudkan impian-impiannya. Ayahnya adalah seorang anggota korp medis dalam Perang Dunia II yang ikut bertugas dalam Pertempuran Bulge. Ayahnya selalu memberikan nasihat tentang bagaimana menegoisasi hidup ini. Sementara ibunya adalah seorang guru bahasa Inggris yang selalu berusaha keras membuat anak-anak didiknya pandai. Orangtuanya mengajarkan Randy serta kakaknya untuk hidup hemat dan dermawan. Ayahnya yang didiagnosa menderita leukemia pada usia 83 tahun mengatur agar tubuhnya disumbangkan untuk ilmu kedokteran.

Lalu mengenai pertemuannya dengan Jai di University of North Carolina hingga pernikahan mereka yang dirayakan di halaman sebuah rumah bergaya Victoria di Pittsburgh. Mereka membuat momen tersebut menjadi tak terlupakan dengan tidak menaiki mobil saat meninggalkan resepsi, namun dengan menaiki keranjang balon udara yang sangat besar dan berwarna-warni.

Randy sangat mencintai dan menghargai Jai. Jai yang selama ini selalu menjadi penyemangatnya. Bahkan Randy tak bersedia menukar delapan tahun usia pernikahan mereka dengan apa pun juga. Pada pemberian kuliah yang terakhir, satu hari setelah ulang tahun Jai, Randy mengajak empat ratus orang yang datang untuk menyanyikan lagu “Happy Birthday to Jai”. Mereka berpelukan dan berciuman. Selagi mereka berdekapan, Jai berbisik, “Tolong, jangan mati.” Randy menjawab dengan memeluknya lebih erat.

Banyak sekali yang ingin disampaikannya Randy untuk anak-anaknya sebelum dirinya meninggal. Namun dengan usianya yang masih begitu kecil, mereka tentu tak mengerti dan tak bisa mengingatnya. Dylan masih berusia enam tahun, Logan berusia tiga tahun, sedangkan Chloe berusia delapan belas bulan. Oleh karena itu, sebenarnya “The Last Lecture” ini dipersiapkan untuk ketiga anaknya. Ia berharap pelajaran-pelajaran hidup yang disampaikannya dapat menjadi panduan bagi anak-anaknya untuk menjalani hidup mereka tanpa kehadiran ayahnya secara fisik. Randy mengungkapkan bahwa ia mempersiapkan “The Last Lecture” sebagai warisan bagi istri dan tiga anak-anaknya, Dylan, Logan, dan Chloe. Untuk ketiga anaknya, Randy ingin mereka menjadi apa yang mereka inginkan. Randy tahu mereka bisa menemukan jalan mereka sendiri dan berkembang dengan potensi mereka masing-masing.

“Tembok penghalang berdiri di sini karena suatu alasan, bukan untuk menghalangi kita. Tembok ini ada untuk memberikan kita kesempatan untuk menunjukkan sekuat apa kita menginginkan sesuatu,” pesan Randy. Randy juga menyebutkan pentingnya menghargai setiap momen yang ada, karena momen tersebut tak akan bisa untuk di-replay layaknya video.

Kisah Randy pun ternyata mencuri perhatian Oprah Winfrey hingga Randy diundang dalam acara “Oprah Winfrey”. Kemudian, ia juga dinobatkan majalah Time sebagai satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia sepanjang tahun 2007 karena kisahnya yang mau membangkitkan semangat.

Akhirnya, Randy meninggal di usia 47 tahun tepatnya 25 Juli 2008. Ia bersyukur sebelum hari kematiannya tiba, ia bisa mempersiapkan dan meninggalkan warisan yang jauh lebih berharga daripada tambang emas.

Referensi Tambahan
www.infomenarik.info
www.kedaikarir.com
www.motivasihidup.com

Senin, 30 November 2009

Pada Ngapain Pemuda?


Sebuah pesan masuk beberapa waktu yang lalu dari Forum Diskusi Pemuda Indonesia,

"hampir semua organisasi mahasiswa, ekternal kampus khusus nya, mengalami masalah yang sangat besar dalam hal pengkaderan...

sepertinya mahasiswa sangat apatis terhadap organisasi, hal ini terbukti dari anggota yang berniat menjadi organisasi. setiap tahun mahasiswa yang berminat masuk dalam organisasi semakin berkurang.

hal ini sangat mempengaruhi proses pengkaderan dalam organisasi, PMKRI, GMNI, GMKI, PMII, HMI, dll. mengalami hal yang sama setiap tahunnya.

apakah memang fenomena ini disebabkan oleh fokus mahasiswa yang ingin segera lulus kuliah karena ongkos kliah yang semakin besar???"



Mungkin tepat juga argumentasi dari persoalan yang diungkapkan di atas. Persoalan ini dirasakan oleh mahasiswa sendiri yang punya "awareness". Diungkapkan oleh salah seorang yang dapat dikatakan aktivis di kampusnya, Presiden BEM Psikologi UPI, Indra Wahyudin bahwa mahasiswa sekarang jauh dari interpretasinya terhadap mahasiswa saat bergelora reformasi dan saat terkenang sejarah bangsa. Pemuda khususnya mahasiswa sudah tidak pada posnya sebagai agent of change. Kemana mereka?

Soe Hok Gie pernah mengungkapkan sebuah pemisalan untuk mahasiswa. Dikatakan olehnya bahwa mahasiswa itu seperti pertapa yang turun gunung saat ada masalah dan mengharuskannya turun gunung. Rupanya pertapa itu kini sudah bernyaman-nyaman di gunung atau dapat dikatakan sudah merasakan comfort zone-nya. Di benaknya saat ini di kaki gunung sedang tidak ada masalah. Adapun pertapa-pertapa yang turun gunung pun itu tidak dilakukan secara masif. Hanya suatu riak-riak tanda tak dalam. Bentuk gerakan pun masih menggunakan paradigma lama yang masih merasa ada dalam belenggu penguasa.

Sekarang sudah beda. Mungkin itu juga alasannya agen-agen itu melempem. Sudah tidak ada lagi tekanan secara langsung kepada mahasiswa yang membuatnya berontak. Adapun soal biaya pendidikan yang dinilai tinggi itu masih dalam kerangka relativitas. Wong, yang bisa kuliahnya saja adalah orang-orang yang sudah dipastikan kaya atau berkecukupan.


Fenomena lain yang tertangkap sebagai salah satu "pemghuni gunung", persoalan berkutat soal asmara alias ketertarikan terhadap lawan jenis, atau orang-orang mereduksinya menjadi cinta. Mahasiswa itu kini sibuk dengan urusan percintaannya. Entah apa yang dicarinya. Walaupun memang ada banyak teori yang mengungkapkan bahwa manusia itu memiliki kebutuhan untuk berkasih sayang, persoalan itu menjadi lucu saja bila dijadikan satu-satunya persoalan yang ada di dalam kepala. Diakui, sensasi dari rasa itu sangat dalam hingga dapat memengaruhi jiwa dan raga. Namun, kemana larinya power dari pemuda atau mahasiswa yang terpendam itu. Akhirnya lapuk ditelan waktu dan mati seiring melemahnya fisik.

Bagaimana bila itu telah terjadi. Tenang saja. Generasi yang demikian itu akan membangkai dan hanyut bak kotoran yang dimakan ikan-ikan di kali. Akan ada generasi yang menggantikan. Itu janji Sang Pencipta. Apakah kita termasuk generasi yang tergantikan itu yang tidak meninggalkan jejak di muka bumi ini terkecuali batu nisan kita yang mungkin akan tergusur pula suatu saat kelak? Menyedihkan.


Masih sangat terbuka untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri dan kepedulian untuk mengatasi persoalan bangsa di tengah persoalan hati yang pasti akan terpecahkan dengan dikaruniakannya jodoh yang sudah dijanjikan oleh Sang Pencipta kepada ktia. Tak perlulah saat ini pikiran ini dipusingkan oleh persoalan yang sudah pasti dan tak perlu dipersoalkan lagi.

Pesan dari seorang inspirator yang rutin nongol di layar kaca, Mario Teguh memberi nasihat, "

Sadarilah bahwa semua yang bernilai nanti, dimulai dari yang bernilai sekarang.

sumber foto:
suarapembaruan.com
chip.co.id

asafortuneteller.com
gramediamatraman.files.wordpress.com

Minggu, 29 November 2009

Panah dan Petir




Hati tertusuk oleh anak panah lalu retak bak kilatan petir lalu tertusuk lagi dan retak lagi. Hmm...bukan tak percaya lagi akan perasaan yang ada di hati itu, pasangan hidup itu sudah ada dari sananya, ditentukan oleh Sang Pencipta sejak belum terlahir sekalipun. Nikmat rasanya meratapinya, apalagi bila menjalaninya, terlebih bila nafsu turut serta. Namun, kisah itu selalu tercegah. Ada saja alasannya. Tak pernah berlangsung. Hanya ada di hati.

Apa benar cinta itu ada di hati?

Tapi akal berpikir dan memori mengoreksi akan pengalaman yang sudah-sudah. Begitu menyenangkan saat menghinggapi lalu begitu sakit saat baru ingin dijalani. Kisah itu selalu tercegah. Ada saja alasannya. Bila cinta urusan hati, di mana akal sehat itu dan di mana nafsu bersemayam. Apakah itu murni cinta tulus dari hati atau hanya nafsu yang menggelora, menyeruak, memaksa, dan terasa begitu indah.
Akal mengangkat banding. Apa nafsu akan diperturutkan. Untuk pihak nafsu, segalanya telah sempurna, tanpa cela. Pikiran mengajukan kasasi. Apa ini, cinta atau nafsu?
Hahaha (tertawa kering)...sudahlah. Semuanya akan berlalu. Kisah itu selalu tercegah. Ada aja alasannya. Sang Pencipta seakan memberikan halangan-halangan untuk memulai kisah itu. Cukup hanya menghinggapi di awal tapi tak berkelanjutan.

Tertanam dalam hati yang berpikir, pasangan hidup telah ditentukan-Nya dan pasti itu yang terbaik. Yang harus dipastikan kita menjadi hamba yang terbaik pula di hadapan-Nya. Urusan cinta itu pun anugerah-Nya.
Nafsu harus selalu dipenjara walau kadang ia terlepas dari kawalan. Semoga hati ini tetap terjaga untuk selalu berpikir.

Tak perlulah ketertarikan itu menghanyutkan. Kalaulah dia belum tepat, kisah itu akan selalu tercegah dengan berbagai alasan.
Busur panah itu jangan terlalu mudah dilesatkan hingga anak panahnya tak tentu arah dan menusuk hati yang tidak tepat. Dengan adanya petir yang bisa meremukan hati seperti yang sudah terjadi dulu-dulu, itu hanya akan menguatkan hati untuk semakin berpikir.

Bolehlah otak dikatakan sebagai pusat saraf dan memori dan mengkodinasi seluruh tubuh, namun tetap hati adalah segala. Tempat jiwa bersemayam. Ia harus tahan akan tusukan anak panah dan petir yang kini begitu deras menerpa.


sumber foto:
panah:
ipincute.blogspot.com
hati:
funmunch.com
petir: belajarhidup.files.wodpress.com

Kamis, 19 November 2009

Hanya 3 Hal

Mudah-mudahan kata-kata ini bermanfaat :

3 Hal yg tidak pernah kembali: - Waktu - Perkataan - Pengalaman.

3 Hal yg menghancurkan: - Kemarahan - Kesombongan - Keserakahan.

3 Hal Tidak Boleh Hilang: - Kasih - Suka Cita - Damai sejahtera.

3 Hal Tidak Pernah Kekal - Harta - Jabatan - Cinta Manusia.

3 Hal Membuat Kita Berharga: - Komitment - Kerendahan Hati - Kejujuran

Terima kasih
Arief A. Soedjono '80

Jumat, 06 November 2009

Berani Mencatut. Yang Penting Berani. Memang Tahu Apa itu Berani?

Ini adalah sharing dari rekan yang tidak saya kenal pada milis yang saya ikuti. Begitu saja saya kutip isi milis tersebut. Saya berani melakukannya. Salahkah saya? Terlepas dari masalah itu, isi milis tersebut sangat berharga bagi semua orang. Saya ingin lebih banyak orang tahu apa isi milis tersebut. Saya berkeyakinan dan percaya orang yang menulis milis tersebut pun takkan keberatan bila tulisannya membawa manfaat bagi lebih banyak orang. Saya berani menduga hal itu dan pada akhirnya saya berani melakukan pengutipan ini. Nampaknya sudah cukup saya bercakap.


Berikut isi milisnya:

Apa yang dimaksud dengan keberanian dan bagaimana menggunakannya untuk kebaikan dan keberhasilan kita ?
• Keberanian adalah sesuatu yang kita miliki untuk : mengalahkan nafsu, kesombongan dan juga kemalasan. Contoh : dalam badai, anginnya dapat kita sebut sebagai keberanian sedangkan nafas kita itulah rasa percaya diri.

• Bukan hanya seorang pria sebagai kepala keluarga yang perlu memiliki keberanian , sebagai ibu rumah tangga-pun sangat diperlukan untuk dapat menjadi pribadi yang kuat karena perlu untuk memberangkatkan suami mencapai keberhasilan dan juga membawa anak-anaknya menjadi pribadi super yang membanggakan.

• Apa yang perlu dilakukan bila ada tawaran pekerjaan yang akan mendapatkan penghasilan besar tetapi diminta untuk melakukan yang tidak baik ? Ingatlah bahwa sering hal-hal yang tidak berkah itu digunakan menjadi penukar kasih sayang Tuhan . Bagi Pribadi yang kuat tidak akan menukar Tuhan dengan begitu murahnya.

• Bagaimana dengan orang yang punya masalah tetapi punya kecenderungan memelihara masalah itu ? Masalah is not a problem, masalah is a priority. Jadi segera selesaikan yang harus segera diselesaikan karena bila ditunda akan menimbulkan masalah yang lain. Masalah timbul karena : tidak melakukan apa yang seharusnya kita lakukan dan melakukan yang seharusnya tidak kita lakukan. Dan setiap masalah ada solusinya. Buktinya adalah ada orang yang sudah pernah melalui masalah yang sama dan berhasil mengatasi, bahkan ada yang masalahnya lebih besar dari kita.

• Apa beda confidence dengan arogan ? Sombong adalah rasa percaya diri yang dilihat orang yang dibawah bila : yang diatas cara-caranya tidak baik dan yang dibawah hati dan pikirannya tidak baik. Tetapi bila yang dibawah hati dan pikirannya baik, yang diatas berlaku dengan cara-cara yang tidak baik, yang diatas-lah yang disebut sombong. Jadi kita diminta untuk : me-majukan kebaikan dan menasehatkan kebenaran akibatnya yang dibawah diangkat dan yang diatas dimuliakan.

• Bagaimana menjadikan ide yang kita sampaikan mudah diterima ? Apabila sebuah ide ditolak, sesungguhnya yang ditolak bukanlah idenya melainkan orangnya. Jadi diperlukan perbaikan dalam sikap dan cara-cara kita.

• Bangunlah rasa percaya diri dengan rasa hormat yang baik kepada diri sendiri dan yang menjadi pembunuh rasa percaya diri seringkali adalah diri sendiri. Pemenang yang sesungguhnya adalah yang berhasil menang melawan nafsu, rasa malu yang tidak perlu dan pikiran-pikiran yang negatif . Nilailah apa saja yang telah dilakukan kepada diri sendiri. Jadilah pribadi yang lebih damai yang mampu bersikap baik kepada diri sendiri dan juga orang-orang yang kita layani.

Terima kasih Mas
Bambang Gautama.

Kamis, 05 November 2009

Masa Depan KPK Dapat Ditebak (Balada Rumah Tikus Bag.1)


Sekitar dua tahun lalu, KPK mengadakan Training For Training atau diistilahkan TOT. Saya menangkap tujuan dari acara itu adalah untuk membentuk fondasi dalam pemberantasan korupsi yang pada lalu, masa kini, dan masa depan disebut sebagai persoalan bangsa yang besar. Maksud acara itu adalah upaya KPK untuk memberantas korupsi secara preventif, mengingat selama itu dan mungkin sampai sekarang upaya KPK untuk memberantas KPK masih nampak berkutat dengan tindakan represif berupa penangkapan pelaku tindak pidana korupsi. Disebut pada saat itu, satu koruptor mungkin dapat ditangkap tetapi tidak ada jaminan tidak akan terlahir koruptor-koruptor baru dengan keganasan yang lebih, ibarat mati satu tumbuh seribu.

Pada TOT itu,
mahasiswa dikumpulkan dan dipersiapkan untuk menjadi volunteer kampanye antikorupsi ke sekolah-sekolah. Salah satu bukti nyata dari kegiatan kampanye itu adalah adanya warung kejujuran di sekolah-sekolah yang sudah "dijambangi" tim dari mahasiswa yang telah di-TOT sebelumnya. Tentu respon dan spirit positif mengeruk dalam forum yang berlangsung satu hari itu. KPK mulai membentuk upaya yang sistemik dalam memberantas tindak pidana korupsi itu dengan mengajak keterlibatan seluruh masyarakat. Sepertinya ada sesuatu yang tidak ada dalam pikiran Komisi Pemberatasan Korupsi bentukan pemerintah ini.
Sebagaimana sempat diutaran dalam forum TOT itu, negara ini adalah sistem seperti halnya tubuh yang memiliki sistem yang kompleks. KPK hadir bak sel darah putih yang diproduksi oleh sistem tubuh untuk membunuh racun. Hal yang sepertinya tidak disadari KPK adalah racun bernama korupsi itu telah menyerang dan menyatu dengan sistem utamanya. Diketahui dalam ilmu biologi bahwa sel darah putih itu punya kemampuan untuk membunuh atau memusnahkan racun, makhluk miskroskopis, dan sistem tubuh sekalipun. Kita mungkin mengenal penyakit leukimia, sebagai penyakit yang diakibatkan karena kelebihan sel darah putih. Sistem utama tentu takkan semudah itu membiarkan adanya penggerogotan dari dalam. Sel darah putih sudah barang tentu akan dibatasi kekuatannya untuk mencegah hal itu terjadi.


Itulah hal yang dipertanyakan saat itu. Apakah sistem akan memberikan KPK keleluasaan penuh untuk beraksi . Wacana yang keluar saat itu adalah akan dan telah terasanya upaya pemandulan KPK dari sistem yang melahirkannya. Pikiran ini masih tersimpan dalam benak dan masih perlu dipertanyakan. Ternyata sekarang semuanya telah terbukti. KPK benar-benar sel darah putih yang sedang menggerogoti sistem ini. Sebagai sistem yang korup, tentu hal itu takkan dibiarkan sebelum memusnahkan sistem itu sendiri. Dua institusi besar di sistem negara ini turut serta melumpuhkannya. Hal ini telah ada di pikiran, sehingga saat pergelaran "Pemandulan KPK" masuk babak seru-serunya, itu bukan hal yang mengejutkan lagi.

KPK, kamu ada di rumah yang salah.

Rumah reyot itu telah penuh tikus yang merusak. Tikus-tikus itu dapat dibasmi tapi tentu tikus-tikus itu pun dapat berkembang biak lebih banyak lagi.

Bagaimana kita punya rumah yang nyawan? Butuh pikiran yang out of the box untuk menjawabnya.
Selamat berpikir.

Balada rumah tikus masih akan berlanjut.

Sabtu, 17 Oktober 2009

Six Questions




Enam pertanyaan diajukan oleh Imam Al-Ghazali saat berkumpul dengan murid-muridnya pada suatu hari.


Pertanyaan Kesatu.

Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid 1 : “Orang tua”
Murid 2 : “Guru”
Murid 3 : “Teman”
Murid 4 : “Kaum kerabat”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita
ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati
( Surah Ali-Imran :185).


Pertanyaan Kedua.

Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
Murid 1 : “Negeri Cina”
Murid 2 : “Bulan”
Murid 3 : “Matahari”
Murid 4 : “Bintang-bintang”
Iman Ghazali “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA
LALU. Bagaimana pun kita, apa pun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama”.


Pertanyaan Ketiga.

Iman Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini?”
Murid 1 : “Gunung”
Murid 2 : “Matahari”
Murid 3 : “Bumi”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”


Pertanyaan Keempat.

IMAM GHAZALI : “Apa yang paling berat di dunia?”
Murid 1 : “Baja”
Murid 2 : “Besi”
Murid 3 : “Gajah”
Imam Ghazali : “Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.”


Pertanyaan Kelima.

Imam Ghazali : “Apa yang paling ringan di dunia ini?”
Murid 1 : “Kapas”
Murid 2 : “Angin”
Murid 3 : “Debu”
Murid 4 : “Daun-daun”
Imam Ghazali : “Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHALAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan shalat “


Pertanyaan Keenam.

Imam Ghazali : “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? “
Murid- Murid dengan serentak menjawab : “Pedang”
Imam Ghazali : “Itu benar, tapi yang paling tajam sekali di dunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri ”


Semoga bisa menjadi renungan bagi kita semua...

(Diambil dari beberapa sumber)

Jumat, 09 Oktober 2009

Do You Believe in Me?

dari seorang sahabat bernama Respati Wulandari...



Sahabat, dalam kehidupan ini tentunya kita pernah merasa ragu karena orang lain meragukan dan tidak mempercayai kita dalam mencapai impian dan cita-cita. Pertanyaannya, seberapa lamakah kita akan membiarkan keraguan-keraguan itu menghalangi impian kita? Lalu apa yang akan kita lakukan jika ketidakpercayaan itu berasal dari orang-orang terdekat kita? Suatu sore ketika saya sedang mengajar dirumah salah satu murid saya, sang ibu sedang berbicara dengan kakak dari murid saya yang berkata,”Sudahlah, kamu itu tidak akan bisa berbisnis, sudah kerja aja sana ditempatmu, kamu tidak punya bakat bisnis, nanti malah rugi sekalian.”
Alangkah sedih perasaannya ketika keluarganya sendiri tidak percaya kepada kemampuannya dan menyepelekan impiannya. Mungkin diantara kita ada yang pernah merasakan hal ini. Dulu saya pun pernah diremehkan dan diragukan oleh teman-teman saya akan cita-cita dan impian. Tetapi saya tidak membiarkan pendapat mereka berlangsung lama. Ketika orang-orang ragu akan keputusan saya, tidak akan saya biarkan pikiran ini berfokus pada yang menghalangi keberhasilan, salah satu guru saya untuk tetap fokus pada impian-impian saya adalah didikan Pak Mario Teguh. Saya percaya kepada diri sendiri bahwa saya bisa mencapai apa yang saya inginkan. Dan masih banyak orang yang percaya dengan hal ini. Jangan izinkan orang lain berkata bahwa kita tidak bisa melakukan apa yang ingin kita capai.

Sebuah film yang sangat menginspirasi yaitu A Pursuit of Happiness benar-benar mendidik kita untuk tetap memegang impian kita, berjuang dengan ketekunan, pantang menyerah dan selalu melibatkan Tuhan dalam setiap usaha kita. Walaupun ada yang meragukan kita, itu bukanlah penghalang. Keraguan yang paling berbahaya adalah jika kita sendiri yang meragukan diri kita sendiri. Walau terkadang dalam mewujudkan impian selalu ada penderitaan dan hambatan. Namun itu semua adalah proses pembentukan jati diri kita agar lebih kuat dan sabar.
J.K Rowling pun pernah diragukan dan tidak dipercaya oleh para editor dan publisist ketika dia menaruh tulisannya ke berbagai penerbit, banyak yang berkata bahwa novelnya tidak akan laris, akan sedikit sekali yang membaca dan berbagai kata-kata yang mengecilkan hati. Tetapi apakah dia berhenti menulis? Tidak. Dia terus maju dan mengispirasi banyak orang, alhasil novel yang begitu terkenal Harry Potter itu terbit juga setelah penantian yang sangat lama. Selanjutnya para sahabat Super pasti sudah tahu apa yang terjadi dengan hasil dari novel Harry Potter. Apakah ada yang menyangka hal yang begitu spektakuler ini akan terjadi dalam hidup seorang J.K Rowling? Seorang wanita yang pernah begitu miskin mempertarungkan hidupnya, diremehkan dan tidak dipercaya. Namun Tuhan Yang Maha Baik menjawab semua kerja kerasnya. Hanya saja terkadang kita yang kurang sabar dalam penantian sehingga kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan padahal jika kita lebih mau bijaksana dan bersabar, kita akan segera mendapatkannya, tentunya dengan kerja keras dan berserah diri pada Yang Maha Pemurah.
Sahabat Super yang bijak hatinya, alangkah indahnya jika kita bisa saling mendukung kepada keluarga, teman-teman untuk bisa mencapai impian-impiannya. Membangkitkan kepercayaan diri kepada sesama untuk lebih bersemangat dalam melanjutkan proses hidupnya yang kelak akan menginspirasi banyak orang. Oleh karenanya kepada setiap pribadi Super yang selalu mengejar impiannya untuk mensejahterahkan orang banyak, jika anda bangun pagi, bercerminlah dan katakanlah kepada refleksi super yang terpancar itu, “Do You believe in me? I can become anything and I can do everything because You believe in Me.”

Anda hanya sebesar yang mungkin bagi Anda.
Janganlah berkata tidak mungkin bagi yang ingin Anda capai.
Pembatasan pertama bagi yang mungkin Anda capai dimulai dari pendapat Anda sendiri mengenai yang mungkin atau yang tidak bagi Anda.
Segera setelah Anda memutuskan sesuatu itu tidak mungkin Anda capai, Anda akan menggunakan semua kemampuan pikiran dan perasaan Anda untuk membuktikan bahwa itu tidak mungkin.
Dan hebatnya, setelah itu Anda akan memulai proses mengeluh dan mengasihani diri sendiri yang merasa tidak diperlakukan adil oleh dunia ini.
Maka, janganlah Anda menggunakan pikiran dan perasaan Anda sebagai pembatal kemungkinan bagi yang ingin Anda capai.
Apa pun yang Anda inginkan, mungkinkan!

sumber foto: blog.lib.umn.edu
lessons.astrology.com

Jumat, 02 Oktober 2009

Saya itu Petualang?

Sebuah Quiz di Facebook perihal Enneagram, 9 Tipe Kepribadian Manusia coba saya jajaki. Hasilnya adalah: Petualang.



Petualang
Energik, penuh vitalitas, aktif dan optimis. Orang-orang bertipe ini ingin memberi sumbangsih bagi dunia. Mereka menyembunyikan emosi-emosi yang tidak menyenangkan, termasuk rasa takut. Keunggulan : menyenangkan, spontan, imajinatif, produktif, antusias, gesit, yakin, memesona, dan selalu ingin tahu. Kejelekan : narsistik, impulsif, tidak fokus, memberontak, tidak disiplin, posesif, maniak, merusak-diri, dan berubah-ubah. Cara bergaul dengan saya :

Berikan saya persahabatan, kasih sayang dan kebebasan. Bekerjasamalah dengan saya untuk merangsang obrolan dan canda tawa. Hargailah visi hebat saya dan dengarkan cerita saya. Jangan berusaha mengubah gaya saya. Terima saya apa adanya. Bertanggungjawablah atas dirimu sendiri. Saya tidak suka orang yang mengikuti dan bergantung pada orang lain. Jangan katakan apa yang harus saya lakukan.


Pendeskripsian dari Tipe Kepribadian ini cenderung akurat dan sesuai dengan sebenarnya. Betapa bahagianya tahu kepribadian diri sendiri.

sumber foto: geografer.deviantart.com

Minggu, 27 September 2009

Jelaslah Mengenai Apa Akan Jadinya Anda Nanti


Sebuah pesan dari seseorang yang saya anggap motivator dan inspirator yang kiranya perlu saya bagikan ke lebih banyak orang dengan alasan kebaikan ini perlu banyak orang tahu.
....

Rasa kecilnya diri ini saat berhadapan dengan masalah, bukan disebabkan oleh besarnya masalah, tetapi oleh kecilnya tujuan hidup.

Pada detik pertama Anda menjadi lebih jelas mengenai apa yang akan Anda capai dalam hidup ini, Anda akan mulai melihat masalah bukan sebagai penghalang, tetapi sebagai penguji kesungguhan.

Dan jika Anda bersungguh-sungguh untuk menjadikan diri sebagai penyebab kebaikan bagi diri Anda dan mereka yang Anda layani, Anda akan melihat bagaimana bersungguh-sungguhnya kehidupan membantu Anda.

Anda akan ditakuti-takuti dengan resiko, agar Anda menyiapkan diri dengan lebih utuh.

Anda akan dibuat khawatir dengan yang mungkin terjadi, agar Anda memperkuat diri dan melengkapi kemampuan untuk bereaksi dengan anggun terhadap yang akan terjadi.

Anda akan dibiasakan dengan kebaikan dan keberhasilan, agar Anda tidak menjatuhkan diri dengan kesombongan yang disebabkan oleh keberhasilan yang kadang-kadang.

Maka,

Jelaslah mengenai apa akan jadinya Anda nanti, agar jelas apa yang harus Anda lakukan untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih damai, dan lebih bernilai.

Anda tidak mungkin dikenali dengan mahal, tanpa menjadi pribadi yang menyebabkan keuntungan besar bagi orang lain.

Anda tidak mungkin diletakkan di tempat-tempat yang tinggi, tanpa meninggikan kualitas kehidupan mereka yang bersentuhan dengan Anda.

Maka duduklah dengan santai bersama diri Anda sendiri, dan bicarakanlah hal-hal yang penting bagi diri Anda di masa depan.

Sadarilah bahwa nilai masa depan Anda ditentukan oleh nilai dari yang Anda pikirkan, yang Anda sikapi, dan yang Anda lakukan hari ini, dan setiap hari setelahnya.

Simpulkanlah untuk apa hidup Anda.

Simpulkanlah tujuan hidup Anda.

Karena,

Anda belum disebut menemukan tujuan hidup Anda yang sebenarnya, jika
orang lain tidak bisa merasakannya dalam ketetapan pandangan mata Anda, dalam kejelasan bicara, dalam ketegasan langkah,
dan dalam kekuatan dari alasan-alasan Anda.


Tujuan hidup adalah sebuah ketetapan yang mendasari semua rencana dan kerja kita, dan yang menjadi penjaga arah perjalanan.

Semua pencapaian dalam kehidupan ini, baik yang kecil atau yang besar, adalah tercapainya alamat-alamat dalam perjalanan kehidupan.

Sehingga, hanya sampai di mana – bukanlah sebuah tujuan hidup, tetapi hanya sebuah rencana atau cita-cita.

Perhatikanlah, bahwa tujuan hidup adalah sebuah perjalanan, yang tidak akan pernah selesai, tetapi yang mentenagai dan membaikkan kehidupan ini.

....

*Mario Teguh dalam Golden Moment

Kamis, 24 September 2009

Ramadhan dan Idul Fitri Berlalu, Apa yang Diraih? Apakah Hanya akan Biasa Saja

Tanggal 20 September menjadi hari yang dianggap istimewa oleh orang muslim. Kenapa ya?
Tak perlu ditanya lagi, pada tanggal itu ditetapkan sebagai tanggal 1 Syawal dan artinya puasa di bulan Ramadhan akhirnya usai juga. Ingin tersenyum menyikapi itu semua. Apa yang menjadikan 1 Syawal itu istimewa? Seperti biasa, apa karena sudah tidak perlu puasa atau shaum lagi di waktu-waktu berikutnya? Seperti biasa, apa karena di hari itu libur berlangsung cukup lama sehingga tradisi atau kebiasaan yang lebih besar lagi untuk mudik bisa dilakukan? Seperti biasa, apa karena pada hari itu banjir ampaw dan kita dapat bagian?

Untuk apa dipertanyakan, toh kita sudah biasa menjalani dan melalui hari itu (1 Syawal). Semua sudah biasa seperti itu. Apa kita biasa pula memikirkan apa yang diraih setelah hari yang katanya besar itu selain kebiasan-kebiasan itu? Kita dapat mengakatan atau biasa orang mengatakan, "Seiring takbir, Kita telah meraih kemenangan pada hari kemenangan." Apa yang kita menangkan selain kebiasan-kebiasan itu? Atau yang terkini, menjelang hari itu, orang yang paling dicari di negeri ini sebagai teroris yang licin, Noordin M. Top telah tewas di tembak di Solo.

Kita telah menang? Kalau begitu ayo kita bersorak. Shaum kita telah meraih berkah, begitu perasaan dalam hati dengan "sok" yakin. Lalu bila dipertanyakan alasan kita melakukan shaum, kenapa kita shaum? Argumentasi cantik dapat dirangkai. Apakah pada akhirnya semua itu dapat menutup kenyataan bahwa kita menahan lapar dan haus itu karena sudah biasa. Sudah biasanya pada bulan Ramadhan itu orang Muslim berpuasa atau shaum. Tak mengherankan bila raihan akhirnya pun apa yang sudah biasa. Berat badan kembali bertambah karena banyak makan atau dompet tebal karena banjir ampaw. Tajuk hari yang fitri atau suci cukuplah jadi kiasan.
Siapa yang tahu akan hal itu semua. Tiada yang pantas menghakimi selain 4W1 SWT semata karena pelaksanaan shaum itu merupakan ibadah yang langsung dinilai oleh 4W1. Begitu kutipan khutbah jumat atau ceramah tarawih. Bila direnungkan, memang hanya shaum yang tidak dapat diniai atau setidaknya dilihat oleh orang lain. Hanya "yang di atas" yang tahu.

Senyum kembali merekah tanda ada harapan. Apa yang kita raih pun hanya 4W1 yang tahu? Saat anak kecil diiming-imingi uang bila ia menuntaskan shaumnya, kita akan tahu bahwa si Anak akan meraih uang setelah Ramadhan dan Idul Fitri ini. Lalu apa tujuan kita sendiri dalam melaksanakan shaum ini? Karena ada iming-iming uang layaknya anak yang baru belajar shaum? Kenapa harus bingung kalau kita sudah biasa melakukannya.

Setelah semua berlalu, apa semua kembali seperti biasanya?

Rabu, 02 September 2009

Selamat Kembali di Dunia Reaktif

Pada tanggal 2 September 2009, terjadi sebuah bencana alam.

Magnitude 7.4 (Preliminary magnitude — update expected within 15 minutes)
Date-Time

* Wednesday, September 02, 2009 at 07:55:02 UTC
* Wednesday, September 02, 2009 at 02:55:02 PM at epicenter

Location 8.223°S, 107.349°E
Depth 60 km (37.3 miles) set by location program
Region JAVA, INDONESIA
Distances

* 142 km (88 miles) SW (226°) from Tasikmalaya, Java, Indonesia
* 144 km (89 miles) S (190°) from Bandung, Java, Indonesia
* 156 km (97 miles) SSE (159°) from Sukabumi, Java, Indonesia
* 242 km (150 miles) SSE (164°) from JAKARTA, Java, Indonesia

Location Uncertainty Error estimate not available
Parameters NST=011, Nph=011, Dmin=311.2 km, Rmss=0.78 sec, Gp= 94°,
M-type="moment" magnitude from initial P wave (tsuboi method) (Mi/Mwp), Version=1
Source

* West Coast and Alaska Tsunami Warning Center/NOAA/NWS

Sebuah jejaring terpopuler saat ini, Facebook, gempar oleh status-status bernuansa reaksi terhadap gempa yang baru saja terjadi, khususnya bagi orang-orang yang tinggal di Jawa Barat dan sekitarnya. Semua seperti ingat dengan adanya kuasa yang tertinggi yaitu ada pada Yang Maha Kuasa.
Semua makhluk yang sombong itu baru celingukan dan terkejut dengan apa yang terjadi. Tak berlebihan dengan reaksi seperti itu. Sekian menit dari kejadian, kejadian itu seperti tidak pernah terjadi. Detik ini MetroTv begitu gencar memberitakan peristiwa yang terjadi. Tak ingin tertinggal dengan media lain yang ada. Tebak berapa lama reaksi seperti ini akan terjadi? Sejauh apa reaksi ini akan menyadarkan manusia akan sesuatu yang paling kuasa di jagad raya ini.

Ibarat rambu lalu lintas, berlaku hingga tanda berikutnya.
Kiamat? Entahlah.

Rabu, 01 Juli 2009

Oriented

Peluang terbuka lebar. Kesempatan ada di depan mata. Semuanya tinggal menunggu tindakan. Jangan salah, peluang ataupun kesempatan bias jadi juga merasakan bosan menungu seperti manusia, bila tindakan tak juga meraihnya. Artinya, anugerah itu akan lenyap dan lewat begitu saja.

Setidaknya ada lima opportunities yang mungkin melekat pada diri kita saat ini. Pertama, lapang sebelum sempit. Sekarang bisa jadi kita sedang bersantai karena luangnya waktu. Waktu berikutnya boleh jadi kita akan merasa terdesak karena sempitnya waktu. Waktu luang itu telah terbuang percuma dan waktu sempit yang dirasa hanya membawa derita.

Kedua, muda sebelum tua. Waw!
Ke mana perginya energi muda itu bila tidak dioptimalkan. Kita bisa melihat orang tua yang sudah tak seperkasa dulu, tak dapat melakukan banyak hal dibanding saat masih muda. Dayanya telah terbatas karena termakan usia.

Ketiga, kaya sebelum miskin. Saat kita memiliki harta, peluang untuk memberikan nilai tambah bagi diri dan orang lain lebih terbuka lebar. Apa saat ”berada” tersebut kita malah tak menambah nilai apa-apa bagi orang lain? Tibalah saatnya kita jatuh miskin, kemampuan kita untuk memberi menjadi kecil, sedangkan peluang untuk menjadikan diri tak berharga menjadi lebih besar.

Keempat, sehat sebelum sakit. Kita baru merasakan nikmatnya sehat saat kita tengah merasakan sakit. Apa yang bisa dilakukan oleh orang sakit? Sekiranya hanya merepotkan orang lain. Apa saat sehat pun malah sama-sama merepotkan orang lain?

Kelima, hidup sebelum mati. Salah satu hal yang tak ada di surga dan harus dirasakan dan dijalani Nabi Adam di dunia yaitu usaha, sebelum dia mati tentunya. Waktu untuk berusaha telah habis saat dunia yang penuh tipuan ini sudah tak dirasakan lagi. Setelah mati alias berpulang ke asal, kita hanya menuai hasil dan hanya ada penghakiman atas perjalanan hidup.

Peluang atau kesempatan itu ada di sini sekarang sedang dirasakan. Akan digunakan untuk apa hal yang berharga itu? Apa kita bisa mengulangnya? Tak mungkin dilewatkan, bukan? Orientasi. Apa orientasi kita dalam meraih peluang-kesempatan yang ada di depan mata itu? Money oriented? Have fun oriented? Atau hal-hal lain yang berorientasi pada dunia? Namun, saya, kamu, dia, siapa pun, semua yang hidup itu akan mati. Ingat? Dunia ini akan berakhir.

Hal ini tak berarti dunia tak boleh diraih, malahan sebaliknya. Dunia harus diraih agar kesadaran dan keyakinan bahwa kehidupan dunia ini takkan berlangsung selamanya, semakin meluas. Dunia harus diraih agar segala aspek kehidupan mengarahkan kita untuk mengoptimalkan peluang yang pasti akan lenyap dengan benar. Dunia harus diraih agar kita tidak diatur oleh pihak yang hanya menyia-nyiakan kesempatan dan pihak yang tidak sadar bahwa ia/mereka akan berakhir.

Cukuplah kita berorientasi pada yang takkan lenyap dan takkan berakhir, yang telah menganugerahkan peluang-kesempatan itu kepada kita. Bila kita menyia-nyiakan opportunities itu dan keliru dalam menentukan orientasi, kita hanya akan merasakan penyesalan yang menyedihkan dan menyakitkan, selamanya.

Minggu, 28 Juni 2009

Sahabat Perlu Diwaspadai

Apa arti sahabat?

Bingung bila hal macam ini ditanyakan. Mulut mungkin akan dengan lancar bisa menuturkan kata-kata indah dibalik makna ini. Namun, apakah itu mampu 'mengejawantahkan' (mengutip kata yang sering diucapkan salah satu capres negara Indonesia, artinya:) makna yang sebenarnya?

Lagu Sind3ntosca turut memberi referensi akan makna kata ini. Dalam lirik lagunya, "... persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu... ." Anggap saja kita sepakat akan hal ini. Betapa berharganya arti persahabatan itu. Jalinan kasih tersebut mampu merevolusi pribadi-pribadi yang 'memutuskan' menjalin hubungan tersebut. Di sinilah mulai persoalan yang ingin diangkat dan mungkin menimbulkan perdebatan. Apakah persahatan itu adalah suatu proses yang membutuhkan keputusan? Keputusan yang dimaksud adalah keputusan menentukan pilihan bahwa ia-lah sahabat saya. Atau persahabatan itu hanyalah proses alamiah yang dengan sendirinya terbentuk karena merasa ada kecocokan?

Salah satu teman saya berpendapat bahwa sahabat itu terbentuk atas penerimaan dan status 'sahabat' itu tidak memerlukan deklarasi secara khusus karena persahabatan itu terbentuk dengan sendirinya alias alamiah. Lanjutnya, bisa jadi seseorang menganggap orang lain itu sahabatnya tanpa tahu apakah orang lain tersebut menganggap hal serupa kepadanya. Kata terakhir dari teman saya itu, persahabatan itu tidak bisa dipaksakan. Apakah ada yang setuju terhadap pernyataan itu?
Sadarkah kita mengapa kita perlu memperbincangkan hal yang satu ini? Jawabannya yaitu karena lirik "...mengubah ulat menjadi kupu-kupu..." perlu dibuktikan. Bila pemahamannya saja telah salah akan makna persahabatan, akan menjadi apa ulat itu. Untuk species ulat memang tiada pilihan lain, bila tak menjadi kupu-kupu mungkin mati. Namun bila berbicara manusia yang tak dapat hidup sendiri, manusia akan menjadi apa bila telah salah dalam memahami makna sahabatnya. Apa sahabat namanya bila seseorang tak peduli akan masa depan orang yang dianggapnya sahabat dengan menjerumuskannya ke kehidupan yang suram. Bisa-bisa karena hanya merasa dekat, seseorang rela begitu saja menghancurkan kehidupannya karena persahabatan. Kita bisa menganggap hal itu terlalu ekstrem dan hanya berlaku bila kita bergaul dengan orang yang kriminal.

Bentukan yang halus (bukan ajakan berprilaku kriminal) pun bisa berdampak sama dahsyatnya. Bentukan interaksinya itu bisa berupa curhat-curhatan. Sebuah curhatan tentang persoalan asmara misalnya, tak menutup kemungkinan untuk mendorong orang yang dianggapnya sahabatnya itu terdorong untuk melakukan hal yang sama (berasmara-asmaraan). Atau persoalan lainnya bisa tentang gadget terbaru yang baru keluar atau gosip terhangat orang terdekat. Hal -hal macam itu sangat halus halus tetapi jangan ragukan efeknya dalam "memalingkan" ulat untuk menjadi kupu-kupu. Orang yang menganggap dirinya sahabatnya itu tidak memikirkan apa hal itu akan berakibat buruk bagi 'orang orang yang dianggapnya sahabat' atau tidak. Sepertinya ia tidak peduli. Apa itu namanya sehabat?

Biar terasa lebih sederhana perbincangan ini, pernyataan diatas itu dapat diganti dengan pernyataan "apakah orang terdekat kita itu setan atau bukan, mengingat setan itu terdiri dari jin dan manusia". Kita jangan sampai salah pilih bersahabat dengan manusia yang hanya bisa menjerumuskan kita (setan). Apa kita akan tetap berpikir bahwa sahabat itu (baik itu dengan setan maupun dengan sahabat yang sejati) terbentuk dengan alami (begitu saja)? Tak masalah kita berpikir apa, yang pasti yang namanya setan akan terus "menggoda dan merayu" agar menjadi sahabatnya. Bila kita bersikap pasif (menyerahkan apa yang terjadi pada alam), kita menjadi mangsa mudahnya dan bisa jadi kita sedang berada dalam pengaruhnya sekarang.

Sulit melihat secara kasat mata mana sahabat sejati yang menjadikan kita pribadi yang lebih indah dan mana setan yang hanya menjerumuskan kita ke dalam keterpurukkan. Yang bisa kita lakukan adalah dengan memutuskan diri ini benar-benar menjadi sahabat yang sebenarnya bukan setan yang menyesatkan. Lalu membiarkan persahabatan itu terbentuk secara alamiah tanpa lengah terhadap rayuan setan. Hanya pada Yang Maha Kuasa kita berlindung dari godaan setan yang terkutuk.

Sabtu, 20 Juni 2009

?!

KITA ADALAH MAKHLUK REAKTIF

YANG REAKSINYA MENENTUKAN KUALITAS HIDUPNYA

Kualitas reaksi Anda kepada dunia, menentukan kualitas kehidupan Anda.

Selasa, 16 Juni 2009

Pergolakan Jiwa di Tengah Ujian

. . .

Nama: . . .
NPM: . . .
No urut absen: . . .
Mata kuliah: . . .
Dosen: . . .
Hari tgl.: . . .
Ttd.

. . .

No.1 bla-bla-bla
dan seterusnya. Jumlah soal sesuka hati dosen.

Hmm...

Ini hari kedua. Stlh kemarin merasakan bebas hambatan dalam ujian, walau akal telat panas seperti mesin diesel, hari ini akhirnya hambatan itu datang juga. Namun, itu tak apa.

Persoalan lain di tengah ujian akhir semester ini, yaitu: ketidaktenangan jiwa. Kamu tahu apa itu? Apa kamu pernah merasakannya? Seperti apa rasanya?

Senin, 08 Juni 2009

Elang itu Telah Lepas

Di waktu yang lalu, ku berlali kencang mengejar elang. Ekspektasi itu telah tinggi. Mengait pada elang yang terbang, berharap dia menoleh. Namun, dia telah berlalu. Hehehe . . . Bicara apa sih.

Saya dan seorang teman pada bulan yang lalu membentuk kerja sama untuk ikut serta dalam eagle award 2009. Persiapan dilakukan kurang optimal karena bertepatan dengan proyek film yang lain. Namun pada akhirnya, kami mampu menyelesaikan Proposal Eagle Award Documentary Competion 2009 tersebut sebagai syarat seleksi awal. Dengan penuh keyakinan, saya dan teman menyelesaikan proposal tersebut. Saya pun menularkan keyakinan tersebut kepada rekan saya yang masih ragu untuk mengikuti kompetisi ini. Hingga ia dapat menyertakan proposalnya pada saat-saat terakhir.

Minggu, 07 Juni 2009

Lahirnya Turbulensi Di Sini

Phillip Kotler dan Hermawan Kertajaya serta Desi Anwar, mendengung-dengungkan turbulensi. Konteks perbincangan yang bertajuk Special Dialogue di MetroTv itu memang tentang marketing pada masa ini. Masa sekarang ini oleh dua pakar marketing itu disebut sebagai masa turbulensi (pergolakan). Mungkin maknanya dekat-dekat dengan kekacauan.

Selain dapat ilmu dari acara tersebut, saya pun dapat istilah baru: turbulensi. Saya langsung tergerak untuk menjadikannya salah satu label atau kategori untuk blog ini. Ada sebuah kategori yang sudah sering berganti istilah, mulai dari koreksi hingga reformasi. Namun, kedua istilah itu kurang mewakili posting yang berisi tentang pergolakan atau kegoncangan yang terjadi. Kiranya turbulensi adalah diksi yang tepat untuk dijadikan label posting seperti itu.

Jumat, 05 Juni 2009

Manajemen Diri

Ada orang dalam sehari mampu melakukan satu juta pekerjaan.
Ada orang dalam sehari mampu melakukan seribu pekerjaan.
Ada orang dalam sehari mampu melakukan seratus pekerjaan.
Ada orang dalam sehari mampu melakukan sepuluh pekerjaan.
Ada orang dalam sehari mampu melakukan satu pekerjaan.
Ada orang dalam sehari tidak mampu melakukan pekerjaan apapun bahkan untuk mengurus dirinya pun ia tidak mampu.

(pesan seorang da'i)

Rabu, 03 Juni 2009

Mahasiswa Ngurusin Apa Sekarang?

Mahasiswa masih ada kan? Pasti ada lah! Wong, secara fisik perguruan tinggi masih pada ada. Ujian saringan masuk masih lancar bergulir. Dosen-dosen masih dapat penghasilan dari profesinya. Tiap tahunnya, sarjana-sarjana baru merayakan wisudanya.

Tidak ada yang meragukan lagi bahwa mahasiswa masih ada.

Selasa, 02 Juni 2009

Hampa Tanpa Listrik

Hanya sebuah lintasan pikiran.
Hanya sebuah aliran listrik tegangan rendah yang melompati dendrit-dendrit saraf di otak.

"Apa penyair atau makhluk yang membasahi mulut dan kertas dengan bahasa sastrawi-nya itu adalah orang egois?"
Oh, "Apa itu hanya pikiran yang muncul dari makhluk yang kering hatinya?"

Sudahlah. Rasanya ingin dicukupkan sekian.
Seorang terhukum..
yang telah melesatkan anak panah
tanpa bisa ia tangkap lagi,
tertancap pada gagak hitam
yang kini terbang mengumandangkan rintihannya,
..ingin langsung dipenggal saja.
Hanya ingin.

Listrik itu telah mengalir dan terhubung dengan aliran listrik di otak yang lain. Rintihan gagak hitam telah bersemayang dan merasuk ke akal yang lain.

Pemanah ugal-ugalan tidak dibiarkan mati.
Dilucuti dan diperkosa di bawah bayang-bayang Kahlil Gibran.

Gagak hitam tak terhenti.
Menclok di jendela mengudeta kakak tua.
Kini ia alirkan rintihan itu bak listrik menemukan konduktor.

Putri yang ingin dititis oleh Juliet rekaan Shakespear, tersulut dan berpijar.
Arena pertarungan terbangun.

Senapan mesin menggelontorkan peluru-peluru argumentasi.
Putri salah kaprah mendefinisikan aliran listrik tegangan halus itu.
Putri hanya menangkap sepenggal saja.
Putri menuduh yang bukan-bukan.

Waktu memisahkan.
Senyum sumir terkembang.

Hè...

Listrik dimatikan.

Di tengah sinar lilin di dalam hati, saya hanya berpikir, "Mengapa hanya berpusat pada diri sendiri dengan berusaha merangkai kata-kata bernuansa sastrawi?"

Tut.

Senin, 01 Juni 2009

Get Inspired! (4); (5); (6) - Terima kasih Raditya Dika!

Waw!

Sudah lama ABGIE tidak melangkah. Berasa ada misi yang belum terselesaikan. Entahlah, apa itu bukti matinya harapan akan masa depan atau bukan; apa itu pertanda stagnasi usaha dalam proses atau bukan; apa itu sinyal pudarnya kecemerlangan masa depan atau bukan. Yang pasti kini ABGIE telah kembali merentas masa depan.

Tanggal 1 Juni ini menjadi momentum untuk kembali memulai langkah pertama. Memulai itu akan selalu sulit, kata orang. Tak ada untungnya memperturutkan kata orang kebanyakan itu, toh saat ini hal sulit itu bisa diatasi.

Sebelum melangkah ke langkah berikutnya, akan saya tuntaskan Get Inspired dari Raditya Dika ini hingga akhir. Seperti biasa, patut saya sebutkan sumber tulisan penuh manfaat ini: Majalah Bukunè Edisi 07 Tahun I, Mei 2007. Ilmu dari sumber jadul yang tak lekang waktu ini begini lanjutannya:

Biasakan mencatat ketika pergi ke mana-mana. Bawa notes kecil yang bisa kamu kantongin di saku baju atau celana. Karena teknologi sudah semakin canggih,gunakan handphone kamu untuk mencatat ide-ide yang kamu jumpai pada hari itu. Misalnya kamu melihat seorang anak muda lagi jalan di Citos dengan dandanan metal yang menurut kamu "asik". Kamu bisa mencatat secara deskriptif gaya busana orang tersebut. Kamu juga bisa bahkan memotret dia. Ketika malam-malam nanti kamu bersiap untuk menulis atau melanjutkan novel kamu, kamu bisa membuat tokoh baru berdasarkan apa yang kamu amati tadi. Kejadian lain seperti tabrakan motor dengan sepeda yang kamu liat di tengah jalan bisa jadi ide cerita juga. Jadikan notes kamu sebagai bank ideas ketika inspirasi mulai seret.

Menulislah secara rutin. Misalnya, cobalah menulis setiap mau tidur dengan laptop di pangkuan kamu. Lalu, tentukanlah apa yang kamu tulis secara rutin, seperti setiap hari menulis sebuah sinopsis cerita baru. Atau, setiap hari ada satu deskripsi karakter fiktif yang kamu tulis. Yang penting, biasakan menulis secara rutin, hal ini bisa membuat kamu menghemat banyak energi ketika nanti perlu sub-plot untuk novel kamu (bisa diambil dari sinopsis), atau karakter baru (bisa diambil dari deskripsi karakter).

Ollie, seorang penulis novel, seringkali memutar musik-musik perancis dari tape-nya sewaktu ia menulis buku Je M'appelle Lintang yang bersetting di Perancis. Dengan membangun suasana yang pas dengan background cerita kamu, kamu bakalan bisa lebih enjoy dalam menulis. Nah, kalau udah enjoy dalam menulis, ide akan lebih mudah untuk mengalir.

So, yang perlu kamu lakukan setelah get inspired adalah... get yourself to write!.

Ilmu itu semoga bermanfaat. Terus melangkah menggapai mimpi dan masa depan yang cerah.

Minggu, 31 Mei 2009

Waktu itu...

"Perasaan baru kemarin deh hari Minggu itu?" Adakah perasaan seperti itu? Mungkin perasaan saya saja bila waktu itu berjalan cepat dan sekejap. Atau mungkin memang waktu itu tak pernah berjalan lambat. Dengan kata lain, waktu itu memang begitu.

Saya ataupun kamu saat ini hidup di bilangan waktu yang sama. Apakah masih ada yang meragukan? Setahun berjalan 364 hari atau 12 bulan yang menjadi pertambahan bilangan umur bagi manusia saat menjumpai kembali tanggal dan bulan kelahirannya. Ada (rata-rata) 30 hari untuk pekerja kantoran menunggu balasan dari jerih payahnya dalam bekerja selama sebulan. Hari-hari itu terurai dalam jam-jam sebagai kesempatan bagi siapa pun untuk mengisi kehidupannya yang seharinya itu ada 24 jam. Saya atau kamu akan masih merasa lama dan keberatan bila harus menunggu berjam-jam, maka ada turunan dari jam yaitu menit yang "tersedia" 60 menit dalam sejamnya. Saat waktu adalah segalanya semacam dalam kompetisi, detik-detik sejumlah 60 detik terangkai menyusun satu menit. Adakah patokan besaran waktu yang berbeda di kehidupan ini? Waktu itu tetap seperti itu.

Haruskah saya menyalahkan waktu atas kualitas kehidupan saya ini? Yang bisa dilakukan untuk menggiring waktu ke "meja peradilan kehidupan" hanyalah sebuah pengandaian. "Kalau saja waktu itu... ." Hanyalah sebuah penyesalan.

Selasa, 19 Mei 2009

Why Not Now?

Bila kita tidak tahu waktu yang tepat untuk memulai sesuatu,

maka sesuatu itulah yang harus tepat



Mengapa tidak sekarang?

Padahal,...

Kita bisa sampai hanya karena kita berangkat.

Maka bila tidak sekarang, kapan?


Minggu, 17 Mei 2009

Lama Tak Terbarukan

Saya mengutip lirik sebuah lagu dari Dewa19,


"Detik-detik berganti dengan detik
Menit pun silih berganti
Hari-hari pun terus berganti
Bulan-bulan juga terus berganti
Jaman-jaman pun terus berubah
Hidup ini juga pasti mati
... ."

Apa ya buktinya kalau kita itu sudah berubah atau saya sebut di sini terbarukan?
Sempat berpikir bahwa perubahan itu tentu dapat seketika telihat. Kita melihat dari suatu tindakan yang menunjukkan perubahan itu. Kalaupun tidak, perubahan itu pasti akan terasa (tapi mungkin tidak bila tanpa tindakan?).

Jumat, 01 Mei 2009

Possibilities


Pilihlah dengan cermat apa yang Anda lakukan, karena itulah jadinya Anda Nanti. Lakukanlah sesuatu yang bernilai, hanya karena itulah Anda akan menjadi seorang yang bernilai.

Jangan menunda

Segeralah sambut kesempatan baik pertama yang datang hari ini.

Lebih baik kita gagal mengupayakan sesuatu yang baik, daripada berhasil tidak melakukan apa pun. Mohon diingat bahwa Anda hanya sebaik yang Anda lakukan.

Jangan batasi kebaikan yang bisa Anda lakukan, karena itu akan membatasi kebesaran yang bisa Anda capai.

Jumat, 17 April 2009

Apa yang Kucari di Muka Bumi?

Di muka bumi ini saya atau kamu nyari apa ya?
Yang terasa semenjak anak-anak hingga dewasa sekarang, yang dicari adalah pemenuhan kebutuhan dan/atau pemuasan keinginan. Persoalannya kebutuhan apalagi keinginan itu bila dibiarkan liar, tak ada batasnya. Batasnya itu sendiri adalah terpenuhi atau terpuaskannya kebutuhan dan keinginan tersebut. Begitu banyak atau begitu rakusnya, bukan?

Perkembangan mulai dari bayi hingga nanti mati selalu diikuti dengan peningkatan kebutuhan dan keinginan. Kompleksitas yang semakin tinggi menjadi salah satu sebab. Bagaimana jadinya bila yang dicari itu tak berimbang antara fisik, akal, dan spiritual? Bukankah ketiganya pun adalah hal-hal yang harus "terkenyangkan"? Fisik menyangkut hal bersifat materi, akal menyangkut pengetahuan, spiritual menyangkut kepuasan hati. Bila dijabarkan satu persatu secara terperinci tentu sangat tak terbatas. Sekali lagi batasnya adalah "kenyang" itu sendiri, bukan begitu?

Sebenarnya pertanyaan ini terpikirkan saat mendengar penggalan lirik lagu dari Basejam di radio ketika pagi kemarin sebelum beraktivitas. Jawaban singkat yang mewakili hal tak terbatas itu pun ada dalam lirik itu.

Rabu, 15 April 2009

Ability is not God

Apa kamu mampu?

Ya, saya mampu...
Itu perkara mudah bagi saya...
Saya terbukti bisa...
Pengalaman saya telah panjang...
Saya punya kemampuan...
Saya punya kompetensi...
Pendidikan saya, bisa menunjang pekerjaan saya...
Saya berilmu...
Anda tahu sendiri saya seperti apa...
Orang-orang mengakui kemampuan saya...
Saya sudah melalui hal yang lebih sulit...
Saya yakin saya bisa...

Senin, 06 April 2009

Love... Cinta...



God...
When i find joy in a friend
Remind me that there would be an end
So I stay with yhe one who has no end
Tuhan...
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir
God...
When I'am hungry for someone to love
Find me the one who longs for Endless Love
So my longing to You is growing strong
Tuhan...
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadapMu semakin menjadi
God...
If I should fall in love with someone
Find me the one who loves You, The One
So I'm getting stonger in loving You, The Only One
Tuhan...
Jika aku mesti mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu
God...
When I'm falling in love
Keep the love
Not to exceed my love to You
Tuhan...
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
God...
When I say 'I love you'
Make me do it to whose heart gets captivated in You
So I never fall in love aside from the name of You
Tuhan...
Ketika aku berucap 'aku cinta padamu'
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh cinta dalam cinta yang bukan karena-Mu
As what wise people say...
To love someone is nothing
To be loved by someone is something
To be loved by someone you love is exciting
But to be loved by the Lover is everything
Sebagaimana orang bijak berucap...
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cinta, sangatlah berarti
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya

Jumat, 03 April 2009

Industri Media itu (Harus) Beda


Kenapa media dikaitkan dengan industri? Apakah ini sebuah pertanyaan konyol atau sebuah pertanyaan yang keluar dari orang lugu, entahlah. Atau mungkin juga ini adalah pertanyaan bijak yang mencoba menggali pola tingkah media. Dikutip dari Antara online, Ketua Umum PWI Jatim H Dhimam Abror mengatakan bahwa media massa sudah menjadi industri akibat masuknya modal atau kapital dalam industri media massa sejak era 1980-an. Tak dapat dipungkiri bahwa media “hidup” dengan sokongan “darah” dari modal. Selain itu, media telah menjadi salah satu bentuk investasi yang menguntungkan bagi pemodal.
           Media punya “jati diri” atau fungsi sejak kelahirannya. Ketakanlah itu idealisme. Sokongan modal yang menjadikan media menjadi erat kaitannya dengan industri telah mampu mengubah media itu sendiri lebih condong kepada komersialisme. Contoh kasus untuk hal ini yaitu kasus Ponari.
Saat media massa baik televisi, surat kabar, atau media internet memblow-up hebatnya khasiat pengobatan Ponari membuat banyak orang langsung percaya dan penasaran untuk mencobanya. Bahkan tak tanggung-tanggung, orang yang meminta kesembuhan melalui media batu ajaib Ponari mencapai ribuan orang dalam satu hari dan rela menginap beberapa hari untuk sekedar mengantri. Pencari kesembuhan yang datang pada Ponari bukan hanya wilayah Jawa Timur saja, bahkan ada yang berasal dari luar Jawa Timur, dari mana mereka bisa tahu? Media massa jawabannya.

Senin, 23 Maret 2009

HIPNOSIS

Sebuah pesan di milis yang saya ikuti, saya baca dan saya perhatikan. Luar biasa. Karena cukup menginspirasi, saya coba bagikan di blog ini. Bersiaplah...

Bangun jembatan terlebih dulu,
baru menyebrangkan orang


Menurut dongeng kuno, pada mulanya manusia diberi kualitas dewa-dewa. Namun manusia sangat malas dan lebih banyak yang mengabaikan kemampuannya itu. Maka dewa-dewa sepakat untuk menyembunyikan keistimewaan yang mereka hadiahkan, sehingga manusia tidak lagi secara langsung memiliki, melainkan ada usaha untuk mendapatkannya.

Sebagian mengusulkan untuk menguburkannya dalam-dalam di tanah. Namun yang lain menyatakan itu terlalu mudah. Manusia bisa menggali, bahkan menambang. Usul lain mengatakan untuk membenamkannya di laut atau menyimpannya di puncak gunung. Itu pun tidak menyulitkan. Manusia bisa menyelam, dan pun sudah terbukti banyak orang yang sampai di puncak-puncak gunung.

Akhirnya dewa paling bijak memberi gagasan,

Rabu, 11 Maret 2009

Konsisten untuk Komitmen

Sulitkah berbuat sesuai dengan apa yang dikatakan? Bingung juga. Tidak mudah untuk mengakui hal itu. Asumsikan saja bahwa berbuat sesuai dengan apa yang dikatakan memang sulit. Saya sendiri menyadarinya. Konsisten adalah sebuah tantangan yang muncul dari diri sendiri untuk mewujudkan apa yang dikatakan atau ditekadkan dengan perbuatan/tindakan (kata Abd.Gifar).

Istilah 'tantangan' dipandang cocok oleh saya untuk mewakili makna konsisten. Tak berlebihan rasanya, mengingat bicara itu lebih mudah daripada berbuat. Tenaga atau energi yang dikeluarkan otot untuk bicara lebih kecil dibanding energi atau tenaga untuk bergerak karena otot yang terlibat lebih banyak. Bel tanda dimulainya duel antara "si ucapan" dan "si perbuatan", berbunyi saat "si ucapan" mulai berkoar menantang "si perbuatan" untuk membuktikan.

"Buktikan apa yang kau katakan!", nampaknya cocok dijadikan slogan bentuk konsisten yang saya maksud. Artinya banyak pembuktian yang menanti di balik setiap perbuatan. Pembuktian sebagai jawaban tantangan yang keluar dari diri sendiri.

Rabu, 04 Maret 2009

Mau Pacaran?

"Butuh sekadar komitmen," ungkap seorang teman saya. Sebuah pernyataan untuk suatu alasan kenapa ia ingin menjalin hubungan. Hubungan yang dimaksud olehnya yaitu hubungan yang lebih serius dengan sahabat dekatnya. Hubungan seriusnya itu ternyata adalah: pacaran.

Sahabat (wanita) teman saya itu menganggap teman saya hanya ingin sebagai seorang sahabat. Seseorang yang tetap memiliki ruang di hati. Begitu yang diutarakan teman saya menirukan pernyataan sahabatnya. Berkebalikannya dengan itu, teman saya ingin sebuah kejelasan status. Ia meyakini, antara ia dan sahabatnya itu telah mengenal lebih jauh satu sama lain. Belum dapat dilebihi oleh orang lain. Sampai-sampai, teman saya itu menganggap sahabat wanitanya itu sebagai jodohnya. Sedikit terkesan terburu-buru memang. Karena adanya stagnasi komunikasi, dua sahabat kental itu menjadi terpecah. Sementara ini (saat tulisan dipublikasikan), permusuhanlah yang dirasakan teman saya.

Jumat, 27 Februari 2009

Bicara Sesukamu Tersangka

Judul Berita
“Kasus Unjuk Rasa Anarkis Direka Ulang” yang disiarkan oleh Liputan6 SCTV pada 23 Februari 2009.

Ringkasan Berita
Kepolisian Daerah Sumatra Utara bersama penyidik dari Kepolisian Kota Besar Medan mereka ulang kasus demo anarkis di Gedung DPRD Sumut awal Februari lalu. Sebanyak 14 tersangka dibawa dengan satu mobil tahanan. Dua di antaranya adalah GM Chandra Panggabean dan Datumira Simanjuntak. Sementara itu, ratusan polisi terlihat berjaga-jaga di sekitar dan dalam Gedung DPRD.

Di dalam mobil tahanan mereka berteriak-teriak tentang dasar perbuatan mereka. Turun dari mobil tahanan dengan tangan diborgol, para tersangka digiring ke dalam ruang rapat paripurna, lokasi di mana Ketua DPRD Abdul Aziz Angkat tengah memimpin rapat. Pada saat itulah para tersangka menerobos masuk dan mengerahkan massa yang berujung pada aksi kerusuhan dan perusakan. Namun, reka ulang ini dilakukan secara tertutup.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Sumut, reka ulang diperlukan untuk melengkapi berkas perkara terhadap dalang demo anarkis sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumut.

Rabu, 25 Februari 2009

Bagaimana Kerja Keras Tak Jadi Siksaan

Kerja keras merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan dalam menjalankan suatu pekerjaan, di samping kerja cerdas. Namun, kadang dengan kerja keras, kita jadi seakan tersiksa. Psikis tertekan, tenaga terkuras. Tuntutan yang ada yang mengharuskan kita untuk bekerja keras ini, tak dapat dihindari. Apapun pekerjaannya, tuntutan untuk bekerja keras akan selalu ada. Pekerjaan itu identik dengan kerja keras.

Kita memiliki kewajiban untuk menuntaskan suatu pekerjaan. Belum pekerjaan itu tuntas, telah hadir kewajiban lain. Durasi yang ada untuk menuntaskan suatu pekerjaan, kadang sangat terbatas. Ataupun, ulah kita menunda pekerjaan sehingga menumpuk dan menjadi berat. Berbagai alasan yang mengharuskan kita bekerja keras dalam dalam suatu pekerjaan, dapat timbul.

Dengan kondisi itu, tak aneh bila kerja keras berpotensi menjadi suatu siksaan. Perlu ada sikap yang tepat untuk menghadapi tuntutan dalam pekerjaan tersebut. Berikut tulisan praktis dan inspiratif dari

Rabu, 18 Februari 2009

Panglima yang Ditinggalkan Prajuritnya



Manusia dilahirkan sebagai pemimpin di muka bumi. Meskipun kredibilitasnya sempat dipertanyakan oleh malaikat, apakah yang akan dijadikan pemimpin di muka bumi itu adalah makhluk yang akan menumpahkan darah? Yang Satu, tak bergeming. Yang Satu paling tahu untuk urusan itu. Keputusan itu pun yang telah membuat iblis yang sombong, berani menaruhkan dirinya untuk dimurkai selamanya oleh Yang Satu.

Anehnya, pada suatu masa, bisa jadi terulang, posisi itu tidak dikehendaki oleh manusia itu sendiri. Alasan bisa bermacam-macam. Itulah manusia, lemah, berkeluh kesah, kikir, dan susah payah. Tak salah bila karena sifat dasarnya itu, posisi manusia sudah berada dalam kerugian. Posisi pemimpin tidak dikekendaki diemban dalam situasi posisi tersebut membutuhkan pengorbanan, tempatnya tanggung jawab yang besar terhadap orang banyak, posisi yang penuh tekanan, dan ketidaknyamanan lainnya.

Rabu, 28 Januari 2009

MUI, Salah Satu Bentuk Keanehan di Negara Indonesia


Tak jelas apakah Indonesia ini negara sekuler atau negara religius. Negara ini tidak berpaham pada ajaran agama tetapi unsur agama masih “dibawa-bawa“ pada strukltur negara ini. Contoh yang dapat diambil adalah adanya Departeman Agama, Pengadilan Agama, Menteri Agama, Majelis Ulama Indonesia, dan lain-lain. Unsur-unsur dari agama hanya diserap sebagian-sebagian seakan malu atau enggan menerapkan secara keseluruhan.

Yang hangat saat ini adalah dikeluarkannya fatwa MUI yang menyebut bahwa golput atau tidak memilih pada pemilu itu hukumnya haram. Fatwa tersebut terbukti menimbulkan kontroversi. Persoalannya, golput ini tidak hanya terkait dengan individu bersangkutan, tetapi juga dengan institusi yang berwenang, dalam hal ini adalah Komisi Pemilihan Umum. Golput pun tidak hanya menyangkut alasan ideologis, tetapi juga menyangkut persoalan administrasi dan teknis. Golput terjadi bukan semata karena masalah ketidakpercayaan si pemilih kepada calon yang diusung atau ketidaksadaran pemilih untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu, tetapi bisa jadi akibat kelalaian pihak penyelenggara pemilu yaitu KPU dalam mengurusi masalah yang bersifat teknis dan administratif. Tak ayal, fatwa ini dituding oleh sebagian kalangan penuh dengan alasan politis meski dari pihak MUI menolak tuduhan tersebut.

Minggu, 25 Januari 2009

Abdal Return: Katarsis


Saya telah kembali. Ada Supermen Return. Ada Batman Return. Dan kini ada Abdal Return. Semoga.

Bagaimana rasanya bila kita sudah lama tidak buang air besar? Perut berasa busuk. Menjadi persoalan yang besar bila itu sedang terjadi. Hal tersebut memang jangan dibiarkan. Buang air besar secara rutin merupakan salah satu indakator yang menunjukkan kesehatan tubuh. Bila sudah terhambat dengan suatu alasan, itu menunjukkan kita tidak sehat.

Raga perlu sekresi (sistem pengeluaran) setelah sekian lama dipenuhi berbagai macam makanan. Tentu saja tidak seluruh dari makanan tersebut diserap oleh tubuh dan diproses dalam rangka menjalankan mekanisme tubuh yang pada akhirnya membuat kita dapat menjalani kehidupan. Pastinya akan ada timbunan sampah yang seharusnya secara rutin dibuang. Bila tidak, perut seakan membawa tempat sampah penuh yang nantinya akan merugikan tubuh secara keseluruhan.

Jumat, 16 Januari 2009

Abdalah Gifar Versi CC Media Center

"Jelaskan tentang diri kamu?"



Bukan pertanyaan yang mudah, saya pikir. Rumit jadinya bila harus menjelaskan tentang diri sendiri. Mendefinisikan diri jadi persoalan yang sulit, padahal segala persoalan kembali pada diri. Abdalah Gifar pun butuh citra diri dari orang lain, selain dari penerawangan pribadi. Inilah deskripsi yang dipaparkan oleh Cinematography Club dalam blognya http://cceksis.blogspot.com/ tentang Abdalah,

"Pluralisme di CC lumayan terasa, berbagai background minat n aktifitas crewnya membuat CC dinamis, misal aja Abdalah Gifar aka Gifar. Crew CC yang bergabung taun 2007 ini membawa influence Enterprenership di wilayah CC, emang cowo kelahiran Bandung 23 Pebruari 1989 cukup getol berpromosi ria saat kumpul2.

Kalo lagi sepet bikin film bisalah berkunjung ke rumah Gifar @ Jl.Jupiter Tengah II/36 Margahayu Raya Bandung untuk menimba ilmu bisnis. Kejauhan??? Bisa imel ke abgi.enterprise@gmail.com ato Y/Man di abgi.enterprise. Kunjungi juga blog perbisnisannya di abgie.blogspot.com. Selain sibuk di CC, KKMB, berbagai spot bisnis, Gifar juga kini di sibukan dengan kapasitasnya sebagai salah satu orang terpenting bagi rekan2 2007 di Jurusannya Jurnalistik (awalnya Adm. Mu nulis “Jurnalistrik”:p)  

Penambahan Workshop & Pelatihan, terus produksi Film n banyakin Diskusi film ma Nonton bareng untuk buka wawasan jadi harapan Gifar ke depan. Maklumlah Diakan pengen banget jadi Produser, Executive producer, Sutradara, Director of Photography handal, selain itu sebagai aplikasi ilmu bisni, Gifar juga kepengen jadi Pemilik PH / Bioskop / management artist / Bisnis apa aja di film, namun ternyata tak sampe disitu.. obsesi rahasia Gifar yang tak pernah terungkap sampe sekarang adalah jadi Artist (ternyata...) 

Kemampuan Gifar cukup merata di semua lini produksi mulai dari kemampuan management Orang/SDM, Pencerita/visualizer, Kamera/teknis sampe Cita rasa seni. Disiplin, kerja keras @ underpressure, multitasking.. Ini tentu dengan cukup banyak latihan n terjun langsung ke lapangan. Tak kurang dari 4 karya dalam setaun dihasilkan, antara lain “Hijau itu Aku” as Sutradara, editor @ 2007, “Jam Pasir” as Kameramen, editor @ 2008, “Wisata Garut” as Sutradara, kameramen @ 2008 n “Gancu Production as DoP @ 2008.. 

Sebagai perpaduan sineas dan enterprener, Gifar sangat2 menghargai pentingnya waktu Ah semua Genre film dilahap aja kecuali horor, mulai dari Komedi, Drama, Action, Adventure, Fiksi ilmiah, Fiksi, Film adaptasi, Triler/psychopat, History, Kolosal, Futuristik termasuk Animasi 3D/FMV/CG.. Film Fav. Gifar ga kalah dahsyat, sebut “Ocean's eleven”, “twelve”, “thirteen” coz film2 tadi Menampilkan kepercayaan diri, kecerdikan, dan kerja sama.. eeemmm... gimana ga dahsyat keKonsistenan Deddy Mizwar dengan “semangat perubahan demi kemajuan” telah banyak menginfluence Gifar dalam berfikir dan berkarya Testimoni Gifar Bangkitlah CC! SuperHero yang paling Hina : Supermen"



Apakah sesuai? Tanya saya.

Rabu, 07 Januari 2009

Arah Hidup


Hidup tanpa jadwal seperti hidup tanpa arah. Bingung bila dirasa (sudah) tidak ada lagi yang mesti dikerjakan. Abis ini ngapain lagi ya? Tak terarah. Padahal, di depan telah menanti setumpuk pekerjaan yang akan meti diselesaikan. Tapi hari yang tak terencana membuat pekerjaan (urusan) itu menjadi jauh. Bila telah sampai pada waktunya, baru itu menjadi malapetaka.

Besok kembali bisa menghirup udara, telah tersugesti dalam diri. Besok bisa dicabut nyawa, sulit tersadari. Walaupun merasa besok bisa hidup lagi, karena melihat saat ini masih dalam keadaan sehat bugar, hidup yang dijalani seperti menghadapi mati, tak tersadari. Walaupun merasa besok dicabut nyawa, diri tak tersugesti untuk "hidup".

Sabtu, 03 Januari 2009

Tiga Langkah Baru

Apakah kalender baru sudah tertempel? Ini tahun yang baru, Bung! Perayaan sudah menjadi abu. Saatnya menatap masa depan. Perhitungan di tahun baru ini sudah menunjukkan hari ke-3 nya. Adakah langkah baru?


Setidaknya ada 3 (tiga) langkah baru di tahun yang baru.
  1. Kemarin adalah sejarah
  2. Hari ini adalah kenyataan
  3. Besok adalah masa depan
Mengenang sejarah itu perlu. Namun,

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More