Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku
[Adz-Dzaariyat (51) ayat: 56]
Mulailah dengan kesadaran bahwa kehadiran Anda di kehidupan ini PASTI untuk sesuatu yang penting.
[Mario Teguh]

Pemimpin Negara yang Telat Gaul

Pemimpin negara yang rakyatnya sering cetak "trending topic" (akhirnya) punya akun twitter. "Artis-artis twitter" Indonesia harus menepi dulu, Pak @SBYudhoyono mau lewat. (ilustrasi: merdeka.com)

"Shortcut" Pemenuhan Keinginan

Masih saja ada orang yang ingin penuhi hasrat keinginan duniawi melalui cara instan lewat praktik perdukunan berbalut guru spiritual di negeri yang gila hi-tech/gadget seperti ini. (foto: Shutterstock)

Perhatian di Tiap Malam Jelang Akhir Pekan

Telah menjadi pusat perhatian pemirsa di tiap Jumat malam. X Factor Indonesia mencetak ulang konstruksi idola melalui ajang yang katanya bukan hanya "singing competition". (foto: dusunblog.com)

Kenapa Perlu Giat 'Bikin' Film?

Janganlah dahulu menanyakan "Bagaimana", tanpa terjawab sebelumnya, "Mengapa" atau "Kenapa perlu/harus". Lalu "What for?" "Emang dengan banyak orang bikin film, so what?". (ilustrasi: net)

Cari yang Cocok, Jangan Cuma Cuco'

Tidak mutlak nyatanya jika pria itu menyukai wanita dengan tubuh yang aduhai dan wajah yang cantik jelita. Ada hal lain pada diri wanita yang membuat pria tertarik. (foto: Reuters)

Senin, 08 Desember 2008

Spirit yang Membawa Keabadian: Keteladanan Ibrahim

Berawal dari kenangan

Terkenang ingatan masa lalu, penulis saat berusia kanak-kanak sering melihat tontonan anak-anak berjudul Dragon Ball. Film itu menceritakan kisah Son Goku cs. mencari dan menjaga bola naga yang dapat mengabulkan segala permintaan. Para tokoh antagonis (jahat) dalam serial kartun tersebut ingin mendapatkan bola naga yang berjumlah tujuh butir itu untuk memperoleh kekuasaan dan keabadian.
Son Goku cs. harus berdarah-darah memepertahankan dunia dan bola naga agar tetap aman. Darah tak pernah kering dari tubuhnya. Musuh seakan tak ada habis-habisnya. Son Goku bahkan mesti bolak-balik dunia-akhirat karena “sering” mati dan akhirnya dihidupkan lagi oleh tujuh bola naga. Ternyata, malah Son Goku yang merasakan keabadian itu. Lucu memang, tapi itulah ceritanya.
Cerita anak-anak kita cukupkan sekian. Kita sekarang telah dewasa dan ada di dunia nyata. Tak ada bola naga dan tak ada makhluk asing yang akan merusak dunia. Di bumi ini hanya ada kita, manusia serta benda-benda lain (makhluk hidup atau mati) di antara langit dan bumi ini.Cerita-cerita dari kartun anak-anak yang mengisahkan adanya invasi dari luar angkasa seperti serial Dragon Ball itu jauh dari kenyataan. Yang menjadi musuh di antara satu dan yang lainnya adalah manusia sendiri. Yang menumpahkan darah dan melakukan perusakan adalah “tangan-tangan” manusia.
Sedikit persamaan dengan cerita anak tersebut adalah para pencari kekuasaan dan keabadian tidak dapat dikatakan tidak ada. Bila kita coba perhatikan,

Minggu, 07 Desember 2008

Kolonialisme Tiada Matinya: Sebuah Analisis Film "The New Rulers of The World "


Pendahuluan
Sejak kita mengenal sejarah, penindasan berupa penjajahan itu sudah biasa kita kenal. Dulu, penjajahan itu terjadi antarbangsa atau antarkerajaan. Suatu bangsa atau kerajaan melakukan ekspansi ke berbagai belahan dunia untuk membentuk suatu kekuatan. Dengan kekuatan itu, bangsa atau kerajaan ingin mendominasi dan mengendalikan dunia. Tak dapat disangkal, keinginan seperti itu tentu saja tidak hanya berasal dari satu bangsa atau kerajaan. Mereka bersaing hingga berperang untuk mewujudkan visi masing-masing bangsa atau kerajaan. Manusia tentu akan melakukan segala cara untuk mempertahankan dirinya, bila berkaiatan dengan suatu bangsa maka yang dipertahankan adalah eksistensi bangsanya.

Dengan adanya persaingan tersebut, bangsa atau kerajaan yang tidak ikut dalam persaingan tersebut menjadi bagian sumber dari kekuatan bangsa yang berekspansi. Bangsa yang tidak “main dalam permainan” tersebut hanya sebatas menjadi tempat eksploitasi. Ada sebuah kecenderungan, bangsa yang sebenarnya memiliki potensi alam yang luar biasa itu tidak ada keinginan untuk ikut bersaing. Mereka pada akhirnya menjadi boneka bangsa yang memiliki cita-cita besar menguasai dunia.

Tipu muslihat adalah salah satu cara yang efektif untuk menguasai bangsa yang lain, selain dengan cara berperang. Para bangsa pengekspansi tersebut, dapat kita selidiki, ternyata memiliki cara yang halus untuk menaklukkan bangsa lain. Mereka tidak serta merta mengekspansi dengan cara berperang. Mereka akan menghabiskan banyak modal bila jalan yang ditempuh selalu dengan peperangan. Peperangan yang terjadi itu melibatkan antarbangsa yang bersaing.

Minggu, 30 November 2008

Get Inspired! (1) -Thank's Dika

Cari ide memang susah-susah gampang. Kadang bila sudah mandek, stres bisa menghinggapi, dan pada ijungnya kita tak dapat berkarya sama sekali. Hanya karena tidak ada inspirasi. Berikut tulisannya Raditya Dika di majalah Bukune edisi Mei 2007 (walaupun jadul, gagasannya tidak basi) yang mampu memberi kita inspirasi bagaimana mendapat inspirasi.

Pertanyaan yang diberikan novelis Ratih Kumala terhadap orang yang ingin menulis novel ialah, "Bisakah kamu menulis hingga titik terakhir?". Namun, justru hal yang nggak kalah susah adalah menjawab pertanyaan, "Bisakah kamu memulai menulis?"

Yup banyak orang yang ingin menulis novel. Tetapi ketika membuka microsoft words dan siap-siap mengetik pada keyboard, eh malah terkena white paper syndrome: ga bisa nulis apa-apa, ide ga keluar sama sekali padahal kepala terasa penuh. Lima jam kemudian, malah jedotin kepala ke tembok karena stress. Gimana sih cara untuk mengalahkan susahnya mencari inspirasi?

Sabtu, 29 November 2008

Organisasi itu Pilihan

Pendahuluan
Beberapa organisasi telah saya geluti sejak dari Sekolah Dasar. Saat SD itu, organisasi yang diikuti yaitu Pramuka, Dokter Kecil, dan beberapa kegiatan olahraga. Menginjak SMP intensitas pun tidak berkurang, malah bertambah. Pramuka, Paskibra, dan OSIS menjadi tempat bersenggama dalam menyalurkan hasrat berserikat ini. Masa putih-abu pun tak dilewatkan tanpa organisasi. Saat itu saya terlibat aktif dalam Dewan Keluarga Mesjid, dan Majelis Permusyawaratan Kelas. 

Tak berhenti sampai di sana, saat sekarang menyandang predikat kaum intelektual, kegiatan organisasi menjadi rutinitas yang mewarnai hari-hari. Organisasi yang saat ini dijalani yaitu Cinematography Club Fikom Unpad, Lembaga Pengkajian dan Pengabdian Masyarakat Demokratis (LPPMD) Unpad, Kempo Unpad, dan Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa Bandung (KKMB). Entah dapat “kutukan” apa, saya tak pernah lepas dari kegiatan organisasi Ada kenikmatan tersendiri dari kegiatan berorganisasi.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More