
Hidup tanpa jadwal seperti hidup tanpa arah. Bingung bila dirasa (sudah) tidak ada lagi yang mesti dikerjakan. Abis ini ngapain lagi ya? Tak terarah. Padahal, di depan telah menanti setumpuk pekerjaan yang akan meti diselesaikan. Tapi hari yang tak terencana membuat pekerjaan (urusan) itu menjadi jauh. Bila telah sampai pada waktunya, baru itu menjadi malapetaka.
Besok kembali bisa menghirup udara, telah tersugesti dalam diri. Besok bisa dicabut nyawa, sulit tersadari. Walaupun merasa besok bisa hidup lagi, karena melihat saat ini masih dalam keadaan sehat bugar, hidup yang dijalani seperti menghadapi mati, tak tersadari. Walaupun merasa besok dicabut nyawa, diri tak tersugesti untuk "hidup".




