. . .
Nama: . . .
NPM: . . .
No urut absen: . . .
Mata kuliah: . . .
Dosen: . . .
Hari tgl.: . . .
Ttd.
. . .
No.1 bla-bla-bla
dan seterusnya. Jumlah soal sesuka hati dosen.
Hmm...
Ini hari kedua. Stlh kemarin merasakan bebas hambatan dalam ujian, walau akal telat panas seperti mesin diesel, hari ini akhirnya hambatan itu datang juga. Namun, itu tak apa.
Persoalan lain di tengah ujian akhir semester ini, yaitu: ketidaktenangan jiwa. Kamu tahu apa itu? Apa kamu pernah merasakannya? Seperti apa rasanya?
Sapaan, "Hai jiwa-jiwa yang tenang... ." belum tersambut. Sekelas dosen saja menguji anak didiknya, apalagi Yang Maha Tahu. Namun entah. Apakah ketidaktenangan ini karena jiwa sedang diuji sebagai bukti kasih Yang Maha Pengasih ATAU ketidaktenangan ini karena jiwa sedang tidak diuji yang artinya dijauhi kasih Yang Maha Pengasih? Entahlah.
Di tengah pergolakan semacam ini, jalan positiflah yang harus diambil.
Jatuh Cinta Seperti di Film-film: Memilih Mawas, Menolak Malas
8 bulan yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar