Apakah tips pertama untuk mencari inspirasi sudah dilakukan? Apakah kamu sudah maksain diri untuk nulis? Bila ternyata saat menatap Word di komputer itu malah jadi not responding, ide seakan buyar, kamu bisa coba tips lanjutannya ini. Berikut lanjutan dari “wejangan” Raditya Dika yang dimuat di majalah Bukune edisi 07 Tahun I, Mei 2007. Sekali lagi walau jadul, ilmunya masih relevan hingga kapan pun.
Kalau kamu tahu apa yang kamu mau tulis, kemungkinan untuk mentok ide bakalan jarang. Maka, usahakan jangan langsung menulis di Word dulu, tapi buatlah outline untuk novel kamu dari depan sampai belakang. Dengan adanya outline, kamu bisa memfokuskan diri untuk menstruktur tulisan kamu lalu mencari ide sepotong-sepotong sebelum akhirnya menulis cerita secara keseluruhan. Tentukan dulu point of attack, klimaks, dan sub-plot sebelum kamu mulai menghajar halaman kosong itu.
Oke juga kan tipsnya? Kita bisa praktikan “wejangan” dari Raditya Dika ini. Nantikan “wejangan-wejangan” berikutnya.
0 komentar:
Posting Komentar